Friday, June 02, 2006

The Activity of Phytase to Increase Phosphorous Availability on the Fermentation of Rice Bran by Using Rumen Liquor

AKTIFITAS ENZIM FITASE DALAM UPAYA PENINGKATAN KETERSEDIAAN FOSFOR PADA FERMENTASI DEDAK PADI
DENGAN CAIRAN RUMEN

R. I. Pujaningsih
Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro Semarang

ABSTRAK

Dedak padi sebagai salah satu sumber fosfor bagi ternak monogastrik memiliki kandungan fitat yang tinggi. Ketidakmampuan unggas untuk memanfaatkan fosfor yang terikat pada fitat menyebabkan mineral tersebut terbuang bersama ekskreta dan dapat mencemari lingkungan. Berlainan dengan rumiansia, fitat mampu didegradasi dengan baik pada saluran pencernaannya karena adanya mikrobia yang dapat menghasilkan enzim fitase. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktifitas enzim fitase pada dedak padi yang difermentasi dengan cairan rumen. Rancangan acak lengkap dengan pola faktorial digunakan pada penelitian ini dengan faktor I adalah level penambahan cairan rumen (15, 30 dan 45%) dan lama fermentasi (0, 2, 4 dan 6 hari) sebagai faktor II. Data dianalisis dengan sidik ragam dan jika terdapat pengaruh perlakuan akan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa interaksi perlakuan penggunaan cairan rumen dan lama fermentasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap aktifitas enzim fitase. Aktifitas maksimal enzim fitase diperoleh pada kombinasi perlakuan penggunaan cairan rumen 30% dari BK dedak padi dan lama fermentasi 2 hari. Periode fermentasi selanjutnya tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap aktifitas enzim fitase maupun degradasi dari fitat-fosfor.

Kata kunci : dedak padi, aktifitas fitase, ketersediaan fosfor, cairan rumen,
fermentasi

ABSTRACT

Rice bran as one of the source of phosphorous for the monogastric animals has the highest levels of phytate. The inability of poultry to utilize phytate P necessitates the dietary addition of inorganic P; this adds to increased feed costs, increases P excretion, and creates an environmental contaminant By the way, phytate phosphorous has been considered to be absorbed easily in ruminant because of microbial phytase degradation in the rumen. This study would try to use rumen liquor as starter for fermentation processing of rice bran. The aim of this study is to evaluate the activity of phytase on the fermented rice bran. Factorial model based on completely (block) randomised design was employed through out the experiment. Two factors have been evaluated (i) the level of rumen liquor's addition (15; 30 and 45%), and (ii) the length of fermentation (0;2;4; and 6 days). Data were subjected to ANOVA using the general models procedure of SAS. Duncan and Orthogonal test was used for further analysis. The results indicated the interaction between these two factors. Maximal activity of phytase was reached on the addition of 30% rumen liquor to the rice bran within 2 days of fermentation process. A longer incubation period would give no further effects to the phytase activity and phytate phosphorus degradation.

Keywords : rice bran, phytase activity, phosphorous availability, rumen liqour,
fermentation

2 comments:

Anonymous said...

Mbak..
saya hapsari , boleh gak saya dapatkan jurnal mbak ttg fitase :),karena saya melakukan penelitian fitase juga :D
dan saya ingin menjadikan mbak sebagai temen diskusi saya, apakah bisa?
terima kasih bnyak sebelumnya :)

e-mail saya : suy_nih@yahoo.com

Kang Tedi said...

SELAMAT SIANG MBAK.
NAMA SAYA TEDI. KALO BOLEH, BISA SAYA DAPATKAN JURNAL MBAK ??

MBAK BISA EMAIL KE SINI :
tedihimawan@gmail.com

terima kasih sebelumnya.

Notes